Khazanah Cinta’s Weblog

Maret 11, 2008

Mencintai Seperti Apa Adanya

Diarsipkan di bawah: Cinta, Islam, Keluarga, Sosial — Tag:, , , , , — khazanahcinta @ 9:15 pm
Ada sebuah cerita yang ringan, menarik sekaligus indah. Konon ada seorang cowok yang jatuh cinta pada seorang cewek. Ini biasa. Cowok ganteng jatuh cinta pada cewek cantik.
Cowok ini adalah seorang pendiam. Tidak banyak cakap. Dan dia takut untuk mengungkapkannya. Akhirnya dia memberanikan diri, “Saya cinta kamu. Maukah kamu menjadi kekasihku?” Untunglah cinta si cowok ini tidak bertepuk sebelah tangan. “Saya juga cinta kamu,” jawabnya. Maka keduanya mulai menjadi kekasih.
Suatu waktu si cewek berpikir, “Kenapa ya cowokku mencintai saya ?” Dan dia mulai menanyakannya.
“Saya kenal seorang teman cowok. Dia mencintai ceweknya karena dia bisa menyanyi dengan indah. Suaranya merdu dan enak didengar.” Dan dia menambahkan contoh teman lainnya yang jatuh cinta pada ceweknya, karena dia pandai menari. Tangan dan kakinya begitu gemulai ketika dia mulai menari.

“Lalu kenapa kamu mencintaiku ?”, tanya si cewek. Si cowok hanya diam saja. Memang dia tidak pandai bicara. Dia hanya bisa mematung sambil memandang mata si cewek. Ditanya berulang-ulang, si cowok tetap membisu.

Si cewek mulai naik pitam. Dia mulai berpikir yang negatif. Jangan-jangan si cowok cuma bohong. Mungkin saja dia tidak jatuh cinta padaku, tebaknya. Maka dia ingin memutuskan hubungan dengan si cowok ini. Tentu saja si cowok keberatan.

Di tengah persoalan ini, dalam perjalanan ke luar kota, tiba-tiba si cewek kehilangan kendali pada mobilnya. Mobilnya selip, dan terjun ke jurang. Sialnya dia tidak pakai seat belt.

Suatu keajaiban meski lukanya cukup parah, dia akhirnya sembuh. Meski harus meninggalkan 2 cacat. Yang satu kakinya pincang. Jalannya jadi tertaih-tatih. Dan yang kedua, dia menjadi bisu. Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Yang menarik, si cowok tetap sabar dan baik hati menunggui ceweknya.

Dan dia akhirnya berbicara, “Kekasihku, untung aku tidak bilang ke kamu, kalau aku mencintaimu karena suaramu yang indah itu. Dan untung aku juga tidak bilang ke kamu, bahwa aku mencintaimu karena tarianmu yang indah.”

“Coba kalau aku menjawab aku mencintaimu karena suara dan tarianmu, padahal sekarang kakimu sudah luka, dan kamu tidak bisa bersuara lagi. Maka aku tidak punya alasan untuk mencintaimu. Alasan apa lagi yang harus aku utarakan, nanti kamu menyangka aku bohong.”

“Sebenarnya aku mencintaimu tanpa alasan apapun. Karena aku memang sadar dan benar-benar mencintaimu seperti apa adanya. Walaupun sekarang kakimu menjadi pincang dan kamu menjadi bisu.”

Air mata mengalir membasahi pipi si cewek. Dia sungguh tersentuh. Dan mereka kembali menjadi sepasang kekasih.

Kadang kita tidak dapat lagi mencintai seseorang, atau mencintai sesuatu karena alasan a atau b. Bukan berarti kita tidak punya alasan. Tetapi kita memang mencintai pekerjaan kita, mencintai seseorang secara apa adanya.  (adapted from Tanadi Santoso).

Postingan ini saya tampilkan untuk seseorang yang saya cintai apa adanya. Dan postingan ini sebagai pengingat kita. Kita harus sadar bahwa kita ini ciptaan Allah, makhluk Allah yang lemah tanpa pertolongan-Nya.  Jadi kita mencintai seseorang itu jangan sampai melebihi cinta kita kepada Sang Khaliq, Sang Maha Pencipta. Seandainya kita mau mencintai lawan jenis, ya mencintai karena Allah. Jangan mencintai karena harta, jangan mencintai karena kecantikan, suara, dan lain-lain.

Seperti cerita di atas, jika kita mencintai lawan jenis kita karena fisiknya misalkan gitu. Tapi Allah berkehendak lain, Allah memberikan cobaan kepada lawan jenis kita, misal dengan peristiwa kecelakaan tadi. Apa kita masih tetap mencintai lawan jenis (baca:yang kita cintai) tersebut. Sebetulnya kita hidup itu penuh dengan ujian, cobaan dan tantangan. Kalo kita ingin sukses, ya kita harus bisa menyelesaikan tantangan, ujian dan cobaan tersebut. Untuk saudara-saudaraku yang membaca postingan ini, selamat berjuang…!!! Hadapi cobaan dan ujian dengan sabar dan sholat.  wallahualam bishowab.

Setiap Muslim Itu KAYA dan BISA..!!!!

Diarsipkan di bawah: Bisnis, Entrepreneur, Keluarga, Sosial, Teknologi, Telekomunikasi — Tag:, , , , — khazanahcinta @ 2:39 am
Kenapa saya bilang setiap muslim itu kaya? Sebelumnya mari kita tengok kembali rukun Islam. Yang pertama Mengucap Dua kalimat syahadat,yang kedua Sholat, yang ketiga puasa, yang keempat zakat, yang kelima haji. Nah dari rukun Islam itu hanya satu yang tidak memerlukan Materi (uang) yaitu mengucap dua kalimat syahadat, dan yang lainnya membutuhkan uang. Sholat — kita perlu peralatan sholat– memerlukan biaya untuk membeli peralatanya. Zakat — mengeluarkan uang juga. Puasa juga memerlukan materi juga untuk mendapatkan makanan ketika buka puasa ataupun sahur. Dan rukun Islam yang terakhirpun juga sudah jelas-jelas membutuhkan uang.

Nah… sudah jelas bahwa setiap muslim itu kaya..!!!

Hanya saja banyak yang tidak mengakui dirinya kaya, banyak muslim yang tidak bersyukur (masih banyak juga lhoo… muslim yang bersyukur). Seharusnya kita lebih bersyukur karena kita sudah diberi kenikmatan oleh Allah kepada kita. Sehingga dengan rasa syukur kita bisa mengurangi pengangguran di negara kita. Bagaimana tidak?
Kalau kita bersyukur nih ya, dalam firman Allah, Allah berjanji akan menambah nikmatnya, berarti otomatis kita akan bertambah terus nikmatnya dong(RED-bagi yang bersyukur) ini akan menimbulkan efek tidak ada pengangguran, paling tidak mengurangi pengangguran di negara kita deh. Orang menganggur(tidak punya pekerjaan) itu karena merasa dirinya kekurangan rezeki, padahal Allah selalu memberikan rezeki kepada kita, hanya tinggal manusianya saja yang menyadarinya atau tidak. Kita bernafas itu merupakan salah satu rezeki yang diberikan Allah kepada kita sebagai hamba Nya. Kalau rezeki ini diartikan sebagai bentuk materiil (misalnya uang, harta, dll) itu juga termasuk rezeki yang selalu Allah berikan kepada kita, tinggal kitanya saja mau berusaha atau tidak. Ingat rumus AKSI=REAKSI, kalau kita mau berusaha sekuat tenaga, pantang putus asa, sabar dan sholat insya Allah kita akan mendapatkan apa yang kita cita-citakan, akan mendapatkan apa yang kita harapkan. Boro-boro mau berusaha sekuat tenaga, lha wong kita sendiri ketika sudah di cap orang lain tidak bisa kita langsung lemas,putus asa begitu saja. Sebenarnya kalau kita sadar bahwa kita kalau berusaha pasti akan bisa mendapatkan hasilnya (tentunya atas izin Allah). Kita renungkan kembali apa yang sudagh kita lakukan, sudah sebanding belum dengan rezeki yang telah Allah berikan. Paling tidak kita selalu berusaha untuk melakukan amalan-amalan yang baik, melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kalau kita punya ilmu, diamalkan lah ke orang lain Insya Allah kita akan mendapatkan ilmu baru. Kalau kita punya harta, sisihkanlah sedikit untuk orang lain, insya Allah juga akan diganti oleh Allah dengan yang lebih besar lagi.wallahualam bishowab, Hanya Allah yang tahu coz Allah Maha Mengetahui. Mohon dikoreksi apabila ada kesalahan penulisan posting ini.

Afwan jidan.

Blog pada WordPress.com.