“Lalu kenapa kamu mencintaiku ?”, tanya si cewek. Si cowok hanya diam saja. Memang dia tidak pandai bicara. Dia hanya bisa mematung sambil memandang mata si cewek. Ditanya berulang-ulang, si cowok tetap membisu.
Si cewek mulai naik pitam. Dia mulai berpikir yang negatif. Jangan-jangan si cowok cuma bohong. Mungkin saja dia tidak jatuh cinta padaku, tebaknya. Maka dia ingin memutuskan hubungan dengan si cowok ini. Tentu saja si cowok keberatan.
Di tengah persoalan ini, dalam perjalanan ke luar kota, tiba-tiba si cewek kehilangan kendali pada mobilnya. Mobilnya selip, dan terjun ke jurang. Sialnya dia tidak pakai seat belt.
Suatu keajaiban meski lukanya cukup parah, dia akhirnya sembuh. Meski harus meninggalkan 2 cacat. Yang satu kakinya pincang. Jalannya jadi tertaih-tatih. Dan yang kedua, dia menjadi bisu. Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Yang menarik, si cowok tetap sabar dan baik hati menunggui ceweknya.
Dan dia akhirnya berbicara, “Kekasihku, untung aku tidak bilang ke kamu, kalau aku mencintaimu karena suaramu yang indah itu. Dan untung aku juga tidak bilang ke kamu, bahwa aku mencintaimu karena tarianmu yang indah.”
“Coba kalau aku menjawab aku mencintaimu karena suara dan tarianmu, padahal sekarang kakimu sudah luka, dan kamu tidak bisa bersuara lagi. Maka aku tidak punya alasan untuk mencintaimu. Alasan apa lagi yang harus aku utarakan, nanti kamu menyangka aku bohong.”
“Sebenarnya aku mencintaimu tanpa alasan apapun. Karena aku memang sadar dan benar-benar mencintaimu seperti apa adanya. Walaupun sekarang kakimu menjadi pincang dan kamu menjadi bisu.”
Air mata mengalir membasahi pipi si cewek. Dia sungguh tersentuh. Dan mereka kembali menjadi sepasang kekasih.
Kadang kita tidak dapat lagi mencintai seseorang, atau mencintai sesuatu karena alasan a atau b. Bukan berarti kita tidak punya alasan. Tetapi kita memang mencintai pekerjaan kita, mencintai seseorang secara apa adanya. (adapted from Tanadi Santoso).
Postingan ini saya tampilkan untuk seseorang yang saya cintai apa adanya. Dan postingan ini sebagai pengingat kita. Kita harus sadar bahwa kita ini ciptaan Allah, makhluk Allah yang lemah tanpa pertolongan-Nya. Jadi kita mencintai seseorang itu jangan sampai melebihi cinta kita kepada Sang Khaliq, Sang Maha Pencipta. Seandainya kita mau mencintai lawan jenis, ya mencintai karena Allah. Jangan mencintai karena harta, jangan mencintai karena kecantikan, suara, dan lain-lain.
Seperti cerita di atas, jika kita mencintai lawan jenis kita karena fisiknya misalkan gitu. Tapi Allah berkehendak lain, Allah memberikan cobaan kepada lawan jenis kita, misal dengan peristiwa kecelakaan tadi. Apa kita masih tetap mencintai lawan jenis (baca:yang kita cintai) tersebut. Sebetulnya kita hidup itu penuh dengan ujian, cobaan dan tantangan. Kalo kita ingin sukses, ya kita harus bisa menyelesaikan tantangan, ujian dan cobaan tersebut. Untuk saudara-saudaraku yang membaca postingan ini, selamat berjuang…!!! Hadapi cobaan dan ujian dengan sabar dan sholat. wallahualam bishowab.